Showing posts with label Sekilas Info. Show all posts
Showing posts with label Sekilas Info. Show all posts
Kebanyakan generasi muda Urang Talu – apalagi yang remajanya — boleh jadi tak pernah menyangka kalau kampungnya yang berada di lembah Gunung Talamau dan dikelilingi bebukitan itu , pernah melahirkan tokoh atau pejuang bertaraf nasional. Banyak Rang Talu tak pernah mengenal siapa itu Sariamin, siapa itu Selasih atau Seleguri, dan apa itu Kalau Tak Untung. Apalagi — konon — di sekolah-sekolah, baik di tingkat SMP maupun SMA (era sekarang), baik dalam pelajaran bahasa atau kesusastraan, nama beliau sudah tak pernah disebut-sebut lagi. Maka jangan heran kalau anak-anak sekarnag juga tak pernah tahu bahwa wanita pengarang novel pertama di Indonesia adalah berasal dari kampung kecil mereka, Talu.
Untuk itulah, kali ini Yo Rang Talu.Net mencoba mengangkat kembali sosok ibunda Sariamin, seorang sastrawan perempuan sekaligus pejuang yang telah mengharumkan negeri kecil bernama Talu di tingkat nasional.
Menurut literatur Wikipedia Bahasa Indonesia, pada biodatanya disebutkan Sariamin lahir pada tanggal 9 Juli 1909 di Talu, (sekarang Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat), Sumatera Barat, dengan nama Basariah. Namun menurut Korrie Layun Rampan, seorang wartawan senior dan juga budayawan, dalam satu tulisannya Selasih : Wanita Novelis Indonesia Pertama menyebutkan bahwa Sariamin Ismail ini lahir tanggal 31 Juli pada tahun yang sama di Talu, Kecamatan Talamau, Pasaman, Sumbar. Agaknya tak begitu penting soal perbedaan tanggal itu , pastinya kedua-duanya menyebutkan beliau lahir pada bulan dan tahun yang sama, yakni Juli 1909, di Talu. Lebih dari itu Wikipedia Bahasa Indonesia — ensklopedia bebas itu — juga tak menjelaskan kenapa dan bagaimana nama Basariah itu kemudian berganti menjadi Sariamin.
Memang tak banyak data atau cerita yang diperoleh tentang bagaimana masa kecil Basariah yang kemudian berganti nama Sariamin. Apalagi kawan-kawan seumuran beliau yang mungkin bisa dijadikan nara sumber juga sudah tidak ada lagi.Tapi yang jelas setelah menamatkan Sekolah Dasar kelas V (Gouvernement School), Sariamin melanjutkan ke sekolah guru (Meisjes Normaal School), yang dulu mungkin sama dengan SGA (Sekolah Guru Atas) yang kemudian berubah menjadi SPG (Sekolah Pendidikan Guru).
Setamat sekolah guru tahun 1925, Sariamin betul-betul mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Dan demi pengabdian itu pulalah ia tak sungkan-sungkan sekalipun pada tahun itu juga ditugaskan untuk mengajar di Bengkulu. Tak cuma sekedar guru, ia kemudian diangkat jadi Kepala Sekolah. Lima tahun kemudian, Sariamin dipindahkan ke Matur, Padangpanjang, lalu ke Lubuk Sikaping (sekarang Ibu Kota Kab. Pasaman), dan seterusnya ke Bukittinggi, hingga tahun 1939. Setelah itu ia ditugaskan pula ke Aceh selama 2 tahun. Dan sejak tahun 1941 beliau lebih banyak mengabdikan dirinya sebagai pendidik di Riau, seperti Kuantan, Pekanbaru, dan Tanjung Pinang, setidaknya sampai tahun 1968. Di sini ia juga sempat terjun ke politik sehinga terpilih jadi anggota DPRD Propinsi Riau priode 1947 – 1948.
***
Sariamin tak cuma punya jiwa mendidik. Ternyata dalam dirinya juga mengalir darah seni. Selama tinggal di Riau itu beliau terus bermetamorfosa. Ia mengaktualisasikan diri pada seni peran ; dimana Sariamin sering ikut main sandiwara berkeliling di daerah Kuantan, Pekanbaru dan Tanjung Pinang. Sesuai dengan profesinya yang seorang guru, maka sandiwara yang dimainkannya pun selalu bertemakan pendidikan.
Tak hanya seni peran, menjadi sorang pujangga rupanya juga sudah menjadi mimpi Sariamin. Agaknya baginya mimpi itu bukanlah tak beralasan, sebab ia merasa mempunyai bakat menulis yang kuat. Terbukti kemudian, kepujanggaannya inilah yang telah melambungkan namanya ke pentas nasional. Dari Wikipedia Bahasa Indonesia, diketahui bahwa untuk mewujutkan mimpinya itu, Sariamin sudah mulai menulis sejak berumur 16 tahun. Tapi menurut Korrie Layun Rampan, budayawan Darman Moenir pernah menulis di majalah sastra Horison no 11, Thn XXI, Edisi November 1986, bahwa Sariamin dalam suatu ceramah sastra yang diadakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 17 September 1986, menjelaskan ia mulai menulis bulan Mei 1926 ketika menjadi guru di Matur. Ketika itu, Siti Noor Mariah Naro yang bekas gurunya memaksa dirinya supaya menulis di majalah Asyara yang terbit di Padang. Majalah milik Persatuan Guru Perempuan yang juga dipimpin oleh Rustam Effendi dan Rasjid Manggis ini banyak mendorong bakat-bakat baru untuk tampil memberikan gagasan-gagasan yang inovatif. Maka lahir tulisan pertama Sariamin dalam majalah ini dengan judul “Perlukah Anak Perempuan Bersekolah?”
Diantara beberapa tempat- tempat tugas nya, bakat menulis Sariamin lebih berkembang setelah ia pindah ke Lubuk Sikaping, pada tahun 1927. Di daerah yang dingin dan diapit bebukitan ini membuat ia lebih inspiratif. Apalagi, katanya, di sini ia banyak memperoleh bacaan-bacaan yang semakin mendorongnya untuk menulis. Dan di Lubuk Sikaping ini pula beliau bertemu dengan Abdul Latif yang memperkenalkan dirinya dengan majalah Sari Pusaka, Panji Pustaka dan Bintang Hindia.
Dari Lubuksikaping, Sariamin kemudian dimutasi lagi ke kota Bukittinggi. Di Kota Jam Gadang yang lebih dingin ini, Sariamin mengaku cakrawala wawasannya semakin luas berkat beberapa suratkabar seperti; Suratkabar Persaman, Sinar Sumatera dan Sumatera Bond. Pada beberapa suratkabar inilah Sariamin terus mengembangkan bakat menulisnya, baik dibidang sastra, seni budaya, pendidikan, bahkan politik.
Pada zaman penjajahan, untuk menjadi seorang penulis bukanlah soal yang mudah. Karena selain bentuk karya tulis dibatasi, setiap penulisnya juga harus mempertanggungjawabkan hasil tulisannya di hadapan penjajah. Sementara saat itu — selain sebagai penulis — rupanya Sariamin juga aktif sebagai anggota organisasi politik seperti; organisasi Indonesia Muda, Gerakan Ingin Merdeka, bahkan ia sempat menjadi - Ketua Jong Islamieten Bond Dames Afdeling Cabang Bukitttingi tahun 1928 -1930. Karena itulah Sariamin selalu berada dibawah ancaman, takut kalau-kalau ditemukan bukti bahwa tulisannya melawan rezim penjajah. Ia tidak ingin mengalami nasib seperti teman-teman seperjuangannya seperti Aziz Chan, Alwi Luwis, Djafar Djambek, yang bergerak dibawah tanah kemudian bernasib malang di ujung bedil penjajah, atau mendekam di jeruji besi. Tapi Sariamin tetap ingin jadi penulis sakaligus pejuang untuk kemerdekan tanah airnya. Untuk itu Sariamin mensiasatinya dengan menggunakan sejumlah nama samaran untuk karya tulisnya.
Beberapa nama samarannya itu adalah; Sekejut Gelingging ( sekejut agaknya adalah sejenis tanaman yang bahasa Talunya Sikojuik), Dahlia, Seri Tanjung, Seri Gunung, Bunda Kandung, Sen Gunting, Ibu Sejati, Mande Rubiah, Selasih, Saleguri, atau digabung Selasih Seleguri.
***
NAMA samaran Selasih ditemukan ibu Sariamin tahun 1932 ketika ia berehasil merampungkan novelnya Kalau Tak Untung. Semula Sariamin bingung dengan nama samaran apa novel itu akan diterbitkan. Sedangkan sejumlah nama samaran di atas sudah sering digunakannya, kecuali Selasih. Diantaranya seperti Ibu Sejati dan Saleguri sudah dikenal sebagai penulis yang menentang pemerintah kolonial Belanda. Setelah menimbang-nimbang sejumlah nama samaran, akhirnya Sariamin menumakan nama Selasih untuk novel Kalau Tak Untung itu. Nama Selasih itu juga diambilnya dari salah satu jenis tanaman kecil yang banyak tumbuh di kampung halamannya, Talu.
Maka, tahun 1933 terbitlah novel Kalau Tak Untung itu dengan nama samaran penulisnya Selasih. Tak tanggung-tanggung, novel itu diterbitkan oleh Balai Pustaka yang bagi Sariamin merupakan penerbit kebanggaan tersendiri saat itu. Dan yang membuat Sariamin lebih bangga lagi; setelah diluncurkan ternyata novel itu — istilah sekarang — menjadi best seller. Bahkan ketika itu Aman Datuk Madjoindo yang juga pengarang dalam siaran radionya berkomentar, bahwa telah lahir pujangga putri pertama di Hindia Belanda. Bukan hanya itu, pengarang Armeijn Pane dan Kasoema Datuk Pamuntjak juga sepakat untuk menobatkan Selasih sebagai pioner bagi kaum perempuan dalam penulisan novel. Malah pengarang lainnya tak sungkan-sungkan menyatakan bahwa Selasih adalah pengarang novel perempuan pertama di Indonesia.
Dan Selasih itu adalah Selaguri, Selasih Selaguri itu adalah Sariamin… Dan Sariamin itu adalah Urang Talu.....
Sramek terpilih sebagai Top Trader termuda dari 100 Top Trader di Wall Street. Dengan usianya yang masih muda, Sramek dikenal mempunyai temperamen yang cukup arogan. Dia membuat komentar di situs Twitter pribadinya sesaat setelah diwawancarai oleh 4 reporter CNN,
Saya baru saja berdebat ekonomi dengan 4 orang reporter CNN yang baru lulus kuliah. Mereka melihat saya seperti Gordon Gekko.
Gordon Gekko adalah seorang tokoh utama antagonis (diperankan oleh Michael Douglas) di dalam film “Wall Street” yang mempergunakan kekuatan uangnya dalam mengendalikan market. Mhhmm…. jadi teringat George Soros
Namun meski pribadinya yang dikenal arogan dan ambisius, Sramek dikenal sebagai individual yang sangat jenius. Dia memecahkan rekor dunia sebagai siswa yang mendapatkan nilai A di 10 bidang mata pelajaran, dan sekarang masih berstatus sebagai siswa di London School of Economic.
Perjalanan karirnya sebagai trader dimulai ketika berusia 13 tahun. Setelah kuliah dia pengalaman tradingnya semakin menanjak dan dia mengumpulkan banyak uang dari hasil trading.
Pengalaman tradingnya tidak main-main, Sramek sempat menjadi analis market di investment bank seperti AKO Capital, Marshall Wace, Barclays Capital, Deutsche.
Sampai akhirnya Sramek menginjakkan kakinya di belantara Wall Street bersama Goldman Sachs, dan disinilah karirnya menanjak pesat. Bersama rekan satu tim nya di divisi Emerging Market Trading Desk Goldman Sachs, dia meraih hasil yang sungguh mencengangkan dunia.
story of trader jan sramek
Di quarter pertama 2010, divisi Sramek membuat rekor trading 35 hari tidak pernah loss dan menghasilkan lebih dari 100 juta dollar Amerika untuk kas Goldman Sachs.
Berikut adalah kutipan wawancara dengan Jan Sramek :
Apa yang memotivasi kamu?
Saya berkompetisi dengan diri saya sendiri. Bekerja dengan orang yang bisa membuat saya terkejut dan belajar darinya.
Apa target kamu di masa depan? Apa yang akan kamu lakukan di masa 15 tahun yang akan datang?
Idealnya saya bekerja di bidang finansial, namun disatu sisi saya juga suka menjadi entrepreneur. Market itu seperti puzzle yang fantastik dan terus berubah setiap anda menambahkan satu demi satu bagian puzzle. Saya sangat menyukai tantangan intelektual seperti ini.
Apa tujuan hidup yang ingin anda capai?
Saya ingin menjadi orang yang membuat sesuatu perubahan yang besar, dan saya butuh posisi yang kuat untuk ini. Sekolahan mendidik kita sesuai buku teks, mereka jarang melahirkan seorang individu yang berpikir secara independen.
Jika kamu menjadi CEO di suatu perusahan di dunia? perusahaan mana yang kamu inginkan? dan kenapa?
Saya tidak ingin itu. Saya mungkin tertarik untuk menjadi seorang hedge fund, namun hanya untuk belajar bagaimana mengelola. Saya tidak melihat posisi CEO sebagai sesuatu yang menarik.
Apa kamu punya buku atau blog favorit?
Saya subscribe (berlangganan artikel melalui email) di 168 situs dan blog. Jadi saya punya beberapa blog favorit yang semuanya mengenai entrepeneurship dan financial markets.
Dalam kalimat terakhirnya, Sramek meninggalkan pesan bagi semua trader,
See everything in terms of risk-reward, almost like a trade. Determine your entry, exit and stop loss. Know when to get out.
Sebagai Top Trader termuda, Sramek menekankan bahwa risk-reward menjadi komponen penting dalam kesuksesan tradingnya. Sesuatu hal yang sebenarnya sangat basic, mudah untuk diucapkan namun susah untuk dilakukan ketika emosi dan keserakahan mengambil alih akal sehat kita.
Kabarnya Jan Sramek sudah resign dari Goldman Shachs sehari setelah ulang tahunnya yang ke 24 tahun. Setelah itu dia memutuskan "gambling" untuk mendirikan perusahaan miliknya sendiri.
Pada jarak dekat, ia bisa menghancurkan apapun yang ada di depannya
Gitar bisa menjadi alat musik yang menyenangkan. Tapi, tidak dengan gitar yang satu ini. Petikan jari Anda justru bisa menghilangkan nyawa orang lain. Ya, gitar listrik di gambar ini bukanlah gitar listrik biasa. Gitar listrik ini sejatinya adalah senjata api berjenis shotgun atau senapan sebar.
Seperti diketahui, shotgun adalah senjata yang pelurunya memiliki sebuah selongsong berisikan lebih dari satu proyektil. Sehingga, ketika ditembakkan proyektil tersebut akan tersebar objek dengan tingkat kerusakan yang besar. Namun, senjata ini hanya bisa digunakan dalam jarak dekat. Semakin jauh, akurasinya semakin berkurang karena proyektil yang tersebar terlalu lebar.
Gitar "shotgun" ini ditemukan ketika sekolompok polisi menggerebek rumah seorang pengedar senjata api di Lulea, Swedia. Mereka terkejut karena tak hanya menemukan barang bukti berupa senjata-senjata api konvensional, seperti senapan laras panjang yang digergaji atau senapan mesin buatan sendiri, tetapi juga senapan laras ganda yang tersembunyi di dalam badan gitar.
Leher gitar dibuat lebih cekung di mana di dalamnya terdapat dua barel shotgun. Sementara badan gitar berisi mekanisme trigger (pemicu) senjata api. Saat ditanyakan, tersangka mengaku gitar "shotgun" itu hanya sekadar iseng dan pengerjaannya belum tuntas.
Meski bisa dimaklumi karena belum dapat digunakan, namun gitar tersebut tetap dijadikan barang bukti karena bisa suatu waktu bisa berpotensi menghilangkan nyawa orang lain.
Polisi menemukan enam senjata konvensional dan sejumlah besar amunisi. Gitar tersebut ditemukan para petugas saat dipajang di rumah karena bentuknya yang janggal. Sampai saat ini, tersangka masih menjalani proses hukum.
Sumber :http://teknologi.vivanews.com

Pelacuran telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Namun menelusuri sejarah pelacuran di Indonesia dapat dirunut mulai dari masa kerajaan-kerajaan Jawa, di mana perdagangan perempuan di pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal (Hull; 1997:1-22). Dua kerajaan yang sangat lama berkuasa di Jawa berdiri tahun 1755 ketika kerajaan Mataram terbagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanana Yogyakarta. Mataram merupakan kerajaan Islam Jawa yang terletak di sebelah selatan Jawa Tengah.
Pada masa itu, konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai kekuasaan yang sifatnya agung dan mulia (binatara). Kekuasaan raja Mataram sangat besar. Mereka seringkali dianggap menguasai segalanya, tidak hanya tanah dan harta benda, tetapi juga nyawa hamba sahaya. Anggapan ini apabila dikaitkan dengan eksistensi perempuan saat ini mempunyai arti tersendiri.
Raja mempunyai kekuasaan penuh. Seluruh yang ada di atas Jawa, bumi dan seluruh kehidupannya, termasuk air, rumput, daun, dan segala sesuatunya adalah milik raja. Tugas raja pada saat itu adalah menetapkan hukum dan menegakkan keadilan; dan semua orang diharuskan mematuhinya tanpa terkecuali. Kekuasaan raja yang tak terbatas ini juga tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Beberapa orang selir tersebut adalah puteri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan.
Sebagian lagi merupakan persembahan dari kerajaan lain, ada juga selir yang berasal dari lingkungan keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan dengan keluarga istana.
Sebagian selir raja ini dapat meningkat statusnya karena melahirkan anak-anak raja. Perempuan yang dijadikan selir tersebut berasal dari daerah tertentu yang terkenal banyak mempunyai perempuan cantik dan memikat. Reputasi daerah seperti ini masih merupakan legenda sampai saat ini. Koentjoro (1989:3) mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan; dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota.
Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan di Jawa Barat; Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah; serta Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur; dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. (Hull, at al. 1997:2).
Makin banyaknya selir yang dipelihara, menurut Hull, at al. (1997:2) bertambah kuat posisi raja di mata masyarakat. Dari sisi ketangguhan fisik, mengambil banyak selir berarti mempercepat proses reproduksi kekuasaan para raja dan membuktikan adanya kejayaan spiritual. Hanya raja dan kaum bangsawan dalam masyarakat yang mempunyai selir. Mempersembahkan saudara atau anak perempuan kepada bupati atau pejabat tinggi merupakan tindakan yang didorong oleh hasrat untuk memperbesar dan memperluas kekuasaan, seperti tercermin dari tindakan untuk memperbanyak selir. Tindakan ini mencerminkan dukungan politik dan keagungan serta kekuasaan raja. Oleh karena itu, status perempuan pada zaman kerajaan Mataram adalah sebagai upeti (barang antaran) dan sebagai selir.
Perlakuan terhadap perempuan sebagai barang dagangan tidak terbatas hanya di Jawa, kenyataan juga terjadi di seluruh Asia, di mana perbudakan, sistem perhambaan dan pengabdian seumur hidup merupakan hal yang biasa dijumpai dalam sistem feodal. Di Bali misalnya, seorang janda dari kasta rendah tanpa adanya dukungan yang kuat dari keluarga, secara otomatis menjadi milik raja. Jika raja memutuskan tidak mengambil dan memasukkan dalam lingkungan istana, maka dia akan dikirim ke luar kota untuk menjadi pelacur. Sebagian dari penghasilannya harus diserahkan kepada raja secara teratur (ENI, dalam Hull; 1997:3).
Bentuk industri seks yang lebih terorganisasi berkembang pesat pada periode penjajahan Belanda (Hull; 1997:3). Kondisi tersebut terlihat dengan adanya sistem perbudakan tradisional dan perseliran yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan seks masyarakat Eropa. Umumnya, aktivitas ini berkembang di daerah-daerah sekitar pelabuhan di Nusantara. Pemuasan seks untuk para serdadu, pedagang, dan para utusan menjadi isu utama dalam pembentukan budaya asing yang masuk ke Nusantara.
Dari semula, isu tersebut telah menimbulkan banyak dilema bagi penduduk pribumi dan non-pribumi. Dari satu sisi, banyaknya lelaki bujangan yang dibawa pengusaha atau dikirim oleh pemerintah kolonial untuk datang ke Indonesia, telah menyebabkan adanya permintaan pelayanan seks ini. Kondisi tersebut ditunjang pula oleh masyarakat yang menjadikan aktivitas memang tersedia, terutama karena banyak keluarga pribumi yang menjual anak perempuannya untuk mendapatkan imbalan materi dari para pelanggan baru (para lelaki bujangan) tersebut. Pada sisi lain, baik penduduk pribumi maupun masyarakat kolonial menganggap berbahaya mempunyai hubungan antar ras yang tidak menentu.
Perkimpoian antar ras umumnya ditentang atau dilarang, dan perseliran antar ras juga tidak diperkenankan. Akibatnya hubungan antar ras ini biasanya dilaksanakan secara diam-diam. Dalam hal ini, hubungan gelap (sebagai suami-istri tapi tidak resmi) dan hubungan yang hanya dilandasi dengan motivasi komersil merupakan pilihan yang tersedia bagi para lelaki Eropa. Perilaku kehidupan seperti ini tampaknya tidak mengganggu nilai-nilai sosial pada saat itu dan dibiarkan saja oleh para pemimpin mereka. (Hull; 1997:4).
Situasi pada masa kolonial tersebut membuat sakit hati para perempuan Indonesia, karena telah menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan secara hukum, tidak diterima secara baik dalam masyarakat, dan dirugikan dari segi kesejahteraan individu dan sosial. Maka sekitar tahun 1600-an, pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang keluarga pemeluk agama Kristen mempekerjakan wanita pribumi sebagai pembantu rumah tangga dan melarang setiap orang mengundang perempuan baik-baik untuk berzinah. Peraturan tersebut tidak menjelaskan apa dan mana yang dimaksud dengan perempuan “baik-baik”.
Pada tahun 1650, “panti perbaikan perempuan” (house of correction for women) didirikan dengan maksud untuk merehabilitasi para perempuan yang bekerja sebagai pemuas kebutuhan seks orang-orang Eropa dan melindungi mereka dari kecaman masyarakat. Seratus enam belas tahun kemudian, peraturan yang melarang perempuan penghibur memasuki pelabuhan “tanpa izin” menunjukkan kegagalan pelaksanaan rehabilitasi dan juga sifat toleransi komersialisasi seks pada saat itu (ENOI, dalam Hull; 1997:5).
Tahun 1852, pemerintah mengeluarkan peraturan baru yang menyetujui komersialisasi industri seks tetapi dengana serangkaian aturan untuk menghindari tindakan kejahatan yang timbul akibat aktivitas prostitusi ini. Kerangka hukum tersebut masih berlaku hingga sekarang. Meskipun istilah-istilah yang digunakan berbeda, tetapi hal itu telah memberikan kontribusi bagi penelaahan industri seks yang berkaitan dengan karakteristik dan dialek yang digunakan saat ini. Apa yang dikenal dengan wanita tuna susila (WTS) sekarang ini, pada waktu itu disebut sebagai “wanita publik” menurut peraturan yang dikeluarkan tahun 1852.
Dalam peraturan tersebut, wanita publik diawasi secara langsung dan secara ketat oleh polisi (pasal 2). Semua wanita publik yang terdaftar diwajibkan memiliki kartu kesehatan dan secara rutin (setiap minggu) menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi adanya penyakit syphilis atau penyakit kelamin lainnya (pasal 8, 9, 10, 11).
Jika seorang perempuan ternyata berpenyakit kelamin, perempuan tersebut harus segera menghentikan praktiknya dan harus diasingkan dalam suatu lembaga (inrigting voor zieke publieke vrouwen) yang didirikan khusus untuk menangani perempuan berpenyakit tersebut. Untuk memudahkan polisi dalam menangani industri seks, para wanita publik tersebut dianjurkan sedapat mungkin melakukan aktivitasnya di rumah bordil.
Sayangnya peraturan perundangan yang dikeluarkan tersebut membingungkan banyak kalangan pelaku di industri seks, termasuk juga membingungkan pemerintah. Untuk itu pada tahun 1858 disusun penjelasan berkaitan dengan peraturan tersebut dengan maksud untuk menegaskan bahwa peraturan tahun 1852 tidak diartikan sebagai pengakuan bordil sebagai lembaga komersil. Sebaliknya rumah pelacuran diidentifikasikan sebagai tempat konsultasi medis untuk membatasi dampak negatif adanya pelacuran. Meskipun perbedaan antara pengakuan dan persetujuan sangat jelas bagi aparat pemerintah, tapi tidak cukup jelas bagi masyarakat umum dan wanita publik itu sendiri.
Berbagai agama memiliki kisah tentang Adam & Hawa yang diusir dari surga akibat memakan buah terlarang. Orang-orang berusaha menafsirkan buah apa yang dimaksud. Sampai kini, ada sekitar 11 macam buah yang diduga merupakan buah terlarang.
Dari belasan buah yang menjadi spekulasi, sebagian kita kenal dengan baik dan sering kita konsumsi. Buah-buahan tersebut juga dikenal kaya nutrisi. Salah satu yang sering disebut adalah apel. Lalu buah apa lagi yang dicurigai sebagai buah terlarang?
Berikut Adalah 5 buah yang dicurigai buah yang dimakan oleh Adam & Hawa:
1. Fig

Nama lain fig adalah ara atau tin. Buah ini adalah salah satu yang paling sering dikaitkan dengan buah terlarang. Pasalnya, fig banyak tercantum di kitab dan beberapa kebudayaan. Para seniman juga sering menggambarkan daun yang menutupi aurat Adam & Hawa sebagai daun fig.
(Fig adalah sumber tanaman yang paling kaya akan kalsium dan serat. Buah ini juga mengandung banyak antioksidan, flavonoid, dan polyphenol.)
2. Anggur

Konon, Hawa memetik buah anggur dan mengambil sarinya. Perasan anggur tersebut memiliki efek seperti wine, bisa membuat mabuk dan lupa diri. Diduga, karena buah inilah pakaian Adam & Hawa terlucuti.
(Anggur adalah buah yang kaya resveratrol. Senyawa ini dianggap mampu mencegah kanker, penyakit jantung, dan Alzheimer. Selain itu, anggur juga banyak mengandung vitamin A, C, B kompleks, K, dan karoten.)
3. Tomat

Dalam beberapa bahasa Slavia, tomat disebut 'rajcica' atau 'paradajz', keduanya juga berarti surga (paradise). Sebelum abad ke-17, tomat dianggap beracun di beberapa negara Eropa. Makanya, tomat sering dikait-kaitkan dengan buah terlarang dari surga.
(Tomat banyak mengandung lycopene, vitamin A, dan vitamin C. Selain baik bagi kesehatan jantung, tomat juga bisa mencegah kanker prostat.)
4. Apel

Dalam Bahasa Latin, setan dan apel punya kata yang mirip, yaitu 'malum' dan 'malum'. Karenanya, apel sering dikira buah terlarang. Apalagi, dalam Bahasa Inggris jakun laki-laki disebut 'Adam's apple', karena konon si buah terlarang tersangkut di tenggorokan Adam saat ditelan.
(Pepatah 'an apple a day keeps the doctor away' menunjukkan kalau buah ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Mulai dari kanker usus, prostat, paru-paru, hingga kolesterol dan penyakit jantung bisa dicegah dengan buah yang kaya antioksidan dan serat ini.)
5. Gandum

Meski bukan buah, gandum sering disangkutpautkan dengan buah terlarang di surga. Bisa jadi anggapan ini muncul karena dalam bahasa Ibrani gandum adalah 'khitah', mirip dengan 'khet' yang berarti dosa. Selain itu, konon dulunya gandum setinggi pohon palem dengan biji seukuran ginjal banteng besar. Karena 'buah' terlarangnya dimakan manusia, pohonnya dikutuk menjadi kecil seperti sekarang.
(Gandum menjadi bahan dari makanan pokok masyarakat dunia. Ada banyak makanan yang bisa dihasilkan dari biji-bijian ini, di antaranya roti dan pasta. Karena kaya karbohidrat, makanan berbahan gandum dapat menjadi sumber energi untuk beraktivitas.)
Sumber : food.detik.com
1. Theodore Roosevelt Terpilih Umur 42 Tahun
Theodore Roosevelt, Jr. (lahir di New York City, di Gramercy, Manhattan, 27 Oktober 1858 – meninggal di Oyster Bay, New York, 6 Januari 1919 pada umur 60 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang Ke-26 . Menjabat dua kali masa jabatan pada tahun 1901 hingga 1909 . Sebelum menjadi presiden Roosevelt adalah wakil presiden Amerika Serikat di bawah Presiden William McKinley
______________________________________________________________________________________________
2. John F. Kennedy Terpilih umur 43 Tahun
John Fitzgerald Kennedy (lahir di Brookline, Massachusetts, 29 Mei 1917 – meninggal di Dallas, Texas, Amerika Serikat, 22 November 1963 pada umur 46 tahun), sering disebut John F. Kennedy, atau JFK adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-35. Pada 1960, ia menjadi termuda yang dipilih menjadi Presiden Amerika Serikat dan termuda kedua setelah Theodore Roosevelt untuk jabatan presiden.
______________________________________________________________________________________________
3. Bill Clinton Terpilih Umur 46 Tahun
William Jefferson Clinton (lahir di Hope, Arkansas, 19 Agustus 1946 umur 65 tahun dengan nama William Jefferson Blythe III) adalah Presiden Amerika Serikat ke-42. Ia menjabat dua kali masa jabatan periode 20 Januari 1993 hingga 20 Januari 2001. Sebelum terpilih menjadi presiden, Clinton selama sekitar 12 tahun adalah Gubernur Arkansas yang ke-50 dan ke-52. Istrinya, Hillary Rodham Clinton, adalah Senator dari daerah pemilihan New York. Clinton mendirikan yayasan William J. Clinton Foundation dan menjadi ketuanya.
______________________________________________________________________________________________
4. Ulysses S. Grant Terpilih Umur 46 Tahun
Ulysses S. Grant terlahir Hiram Ulysses Grant (lahir di Point Pleasant, Ohio, 27 April 1822 – meninggal di Mount McGregor, New York, 23 Juli 1885 pada umur 63 tahun) adalah seorang jenderal Amerika dan Presiden Amerika Serikat (1869–1877) yang ke-18. Ia menjabat presiden selama dua masa jabatan berturut-turut antara tahun 1869 hingga 1877
______________________________________________________________________________________________
5. Barack Obama Terpilih Umur 47 Tahun
Barack Hussein Obama II ( lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961 umur 50 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang sekarang menjabat dan merupakan Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Barackmenjabat sejak 20 Januari 2009 menggantikan George Walker Bush. Sebelumnya ia merupakan Senator Junior dari Illinois dan kemudian menang dalam Pemilu Presiden 2008 pada 4 November 2008. Pada tahun 2009, Obama diumumkan sebagai pemenang anugerah Penghargaan Perdamaian Nobel karena mempromosikan diplomasi internasional untuk memecahkan masalah-masalah internasional.
______________________________________________________________________________________________
6. Grover Cleveland Terpilih umur 47 Tahun
Stephen Grover Cleveland (lahir di Caldwell, New Jersey, 18 Maret 1837 – meninggal di Princeton, New Jersey, 24 Juni 1908 pada umur 71 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-22 (1885–1889) dan ke-24 (1893–1897)[2]. Ia adalah satu-satunya presiden yang menjabat dua kali secara tak berurutan. Ia juga merupakan satu-satunya Demokrat yang terpilih sebagai presiden pada masa ketika Partai Republik mendominasi politik antara 1860 dan 1912.
______________________________________________________________________________________________
7. Franklin Pierce Terpilih Umur 48 Tahun
Franklin Pierce (lahir di Hillsborough, New Hampshire, 23 November 1804 – meninggal di Concord, New Hampshire, 8 Oktober 1869 pada umur 64 tahun) adalah politikus Amerika dan Presiden Amerika Serikat ke-14, menjabat pada 1853-1857. Pierce berasal dari Partai Demokrat dan didampingi oleh William R. King sebagai wakil presiden. Pada masa Presiden Franklin Pierce, Amerika sedang di ambang bahaya perpecahan perang saudara. Sejarah mencatat bahwa Franklin Pierce terpilih menjadi presiden dengan perbedaan tipis dari pesaingnya dengan harapan bahwa Franklin Pierce dapat meredam perang saudara.
______________________________________________________________________________________________
8. James Garfield Terpilih Umur 49 Tahun
James Abram Garfield (lahir di Moreland Hills, Ohio, 19 November 1831 – meninggal di Elberon (Long Branch), New Jersey, 19 September 1881 pada umur 49 tahun) adalah seorang mayor jenderal Tentara Amerika Serikat, anggota Kongres Amerika Serikat, Presiden Amerika Serikat yang ke-20 . Dengan masa jabatan tahun 1881 selama empat bulan. Ia terbunuh pada masa jabatannya dan digantikan oleh wakilnya,Chester Arthur.
______________________________________________________________________________________________
9. James K. Polk Terpilih Umur 49 Tahun
James Knox Polk adalah presiden ke 11th yang terpilih di United States pada tahun (1845–1849). Polk yang di sebut namanya lahir Mecklenburg County, North Carolina, Ia merupakan presiden Termuda pada waktu terpilih.
______________________________________________________________________________________________
10. Millard Fillmore Terpilih pada umur 50 tahun
Millard Fillmore (lahir di Summerhill, New York, 7 Januari 1800 – meninggal di Buffalo, New York, 8 Maret 1874 pada umur 74 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat ke-13, menjabat pada 1850-1853. Sebelumnya, ia menjabat menjadi wakil presiden Amerika Serikat. Ia menjadi presiden atas konstitusi Amerika, menggantikan Presiden Zachary Taylor yang wafat karena penyakit gastroenteritis yang akut. Millard Filmore menjabat tiga tahun, dari tahun 1850 hingga 1853. Ia adalah anggota Whig dan semasa menjabat menjadi presiden tidak didampingi oleh wakil presiden.
12. Air terjun Grojogan Sewu (81 meter)
Terletak di kaki Gunung Lawu (2632 mdpl), 27 km dari Kab. Karang anyar, Jawa Tengah. Air terjun ini merupakan salah satu dari program wisata yang disebut "INTANPARI" (Industri Pertanian dan Pariwisata), air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter diukur dari bawah ke atas.

11. Air terjun Curug Cimahi (85 meter)
Terletak di Desa Cisarua, sekitar 10 kilometer dari Cimahi, atau sekitar satu jam dari Bandung. Bagi warga sekitar yang ingin mencari hiburan alam dan menjauh dari hingar bingar kota metropolitan, air terjun ini merupakan tujuan wisata yang pas untuk mereka.

10. Air terjun Curug Cipendok (92 meter)
Terletak di Desa Karang Tengah, kabupaten Cilingok, sekitar 25 km dari Purwokerto. Dengan ketinggian 92 meter dan dikelilingi dengan hutan alam yang indah.

9. Air Terjun Curup Tenang (99 meter)
Air terjun Curup Tenang adalah air terjun tertinggi di Sumatera Selatan, yang terletak didekat desa Bedegung, Kabupaten Tanjung Agung, sekitar 56 kilometer Selatan Kabupaten Muara Enim.

8. Air terjun Moramo (100 meter)
Terletak 65 km di sebelah timur Kendari, Air Terjun Moramo mudah diakses oleh mobil atau dengan perahu. Keunikan dari air terjun ini yakni memiliki tingkatan sebanyak 127 tingkatan setinggi 100 meter sepanjang 2 km diperbukitan dataran tinggi Sulawesi Tenggara. Dan dikelilingi oleh hutan alami yang menjadi tempat habitat asli Sulawesi Tenggara.

7. Air terjun Curug Citambur (100 meter)
Air terjun Citambur, sebuah air terjun yang tingginya sekitar 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Dikelilingi oleh hutan alami dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan air terjun ini merupakan objek wisata yang eksotis.

6. Air Terjun Sedudo (105 meter)
Air Terjun Sedudo terletak di Ngliman, kecamatan Sawahan. sekitar 30 km dari Nganjuk. Selain sebagai objek wisata, air terjun ini sering dijadikan tempat pelaksanaan Upacara Tradisional oleh masyarakat dan Pemerintah setempat. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

5. Air terjun Jarakan (115 meter)
Air Terjun Jarakan terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Air Terjun Jarakan ini sebagai bagian dari kawasan objek wisata air terjun yang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Magetan.

4. Air terjun Sipiso piso (120 meter)
Air terjun Sipisopiso adalah air terjun terjun yang terletak di dataran tinggi Sumatra Utara. Dengan ketinggian 120 meter, sekitar 25 km dari kota Kabanjahe.

3. Air terjun Payakumbuh di Ngarai Harau (150 meter)
Terletak di Ngarai Harau, 35 km dari Bukittinggi. Di sela-sela perbukitan dan lembah harau terdapat sebuah jurang yang dalam dan sebuah air terjun yang sangat indah, bahkan kadang dipenuhi oleh sekumpulan kupu-kupu beterbangan, sehingga membuat air terjun ini merupakan kombinasi alam dengan pemandangan yang sangat indah.

2. Air Terjun Madakaripura (200 meter)
Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
1. Air terjun Sigura gura (250 meter)
Terletak sekitar 250 km dari Medan. Air terjun yang dihasilkan oleh sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba ini memiliki ketinggian 250 meter.
1. Gedung Sate
Gedung Sate, dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.
2. Jembatan Pasupati
Jembatan Pasupati atau Jalan Layang Pasupati adalah sebuah jembatan yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Jembatan ini menghubungkan Jalan Terusan Pasteur (Dr. Djundjunan) dan Jalan Surapati, dan dari sinilah nama Pasupati berasal. Dengan adanya jembatan ini diharapkan dapat mengatasi masalah kemacetan di Bandung Utara.
Jalan Layang Pasupati juga menjadi salah satu ikon Kota Bandung. Jalan layang ini membuat arus lalu lintas dari wilayah sekitar Jabodetabek ke Bandung menjadi lebih mudah.
3. Persib dan Bobotoh
Persib Bandung, atau sering disingkat menjadi Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah salah satu tim sepak bola Indonesia. Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Bobotoh adalah salah satu pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Nama ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain yang akan terlibat dalam kontes. Bobotoh diatur dalam beberapa penggemar klub, yang terbesar adalah Viking dan Bomber.
4. Observatorium Bosscha
Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36′ Bujur Timur dan 6° 49′ Lintang Selatan. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium ini pernah menjadi tempat syuting salah satu film anak Indonesia terbaik yaitu Petualangan Sherina.
5. Jalan Braga
Jalan Braga adalah nama sebuah jalan utama di kota Bandung, Indonesia. Nama jalan ini cukup dikenal sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sampai saat ini nama jalan tersebut tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan obyek wisata kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai Parijs van Java. Awalnya Jalan Braga adalah sebuah jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi sehingga dinamakan Jalan Culik karena cukup rawan, juga dikenal sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada tahun 1900-an. Jalan Braga menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan di kawasan itu seperti toko Onderling Belang.
6. Institut Teknologi Bandung
Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berkedudukan di Kota Bandung. ITB didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Saat ini status ITB adalah BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun masing-masing institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.
7. Peuyeum
Peuyeum atau tape singkong adalah makanan khas Kota Bandung yang memiliki rasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol.
Peuyeum ini dibuat dari singkong yang difermentasikan. Orang sering mengatakan peuyeum sama dengan tape singkong, tetapi sebenarnya terdapat perbedaan yaitu peuyeum lebih kering daripada tape. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam proses pembuatan dan penyimpanannya. Peuyeum dengan kualitas bagus yaitu peuyeum yang baunya dan rasanya enak, manis dan asam. Peuyeum dapat ditemukan di toko oleh-oleh khas Bandung seperti di sekitar Terminal Leuwi Panjang, di Pasar Baru, dan di pasar-pasar tradisional.
8. Paris Van Java Mall
Agans suka shopping sekaligus cuci mata dan kuliner ? Di sinilah tempatnya. Paris Van Java Resort Lifestyle Place (juga dikenal dengan nama Paris Van Java Mall) adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Mal ini bisa dicapai beberapa menit dengan mengemudi dari Tol Pasteur. Paris Van Java Mall (PVJ) adalah mal yang terbagi menjadi first floor, ground floor, upper ground serta lower ground dengan salah satu departement store terbaik di Indonesia, Sogo Department Store di lantai teratas. Fasilitas lainnya yang cukup menjadi daya tarik adalah pasar swalayan Carrefour, toko buku Gramedia, serta bioskop Blitzmegaplex. Selain itu, di Paris Van Java Mall juga berjejer kafe-kafe yang menggugah selera, dimulai dari counter sushi di paling kiri hingga restoran King Duck di paling kanan.
Pada tahun 2010, dibangun sebuah wahana permainan baru yaitu ice skating rink Gardenice yang terletak di lantai satu tempat parkir PVJ. Gardenice merupakan salah satu tempat permainan bagi masyarakat kota Bandung.
9. Monju: Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Monju adalah singkatan atau mungkin kata umum yang biasa digunakan untuk menyebut Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Seperti pada umumnya sebuah monumen lain, Monju dibangun untuk mengenang heroiknya para pahlawan-pahlawan asal Jawa Barat yang berjuang mati-matian melawan penjajah. Bentuk monumen ini cukup unik, menyerupai sebuah bambu runcing yang menjadi senjata andalan para pejuang dalam merebut kemerdekaan. Lokasinya ada di Jalan Dipati Ukur, depan kampus Unpad. Tidak jauh dari Monju, tepatnya di sebelah selatannya terdapat Gedu Sate yang juga cukup popular sebagai objek untuk city tour di Bandung.
10. Jaipongan
Tari ini diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira, sekitar tahun 1960-an, dengan tujuan untuk menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan yang digali dari kekayaan seni tradisi rakyat Nusantara, khususnya Jawa Barat. Meskipun termasuk seni tari kreasi yang relatif baru, jaipongan dikembangkan berdasarkan kesenian rakyat yang sudah berkembang sebelumnya, seperti Ketuk Tilu, Kliningan, serta Ronggeng. Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, yang isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dan vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI stasiun pusat Jakarta.
11. Distro Fashion
Selain untuk berwisata ataupun sekedar menikmati kuliner kuliner khas Bandung, apa yang menjadi tujuan ente pergi ke Bandung ? Belanja ! Pasti rata rata wisatawan dari luar kota mengatakan hal tersebut. Memang ga bisa dipungkiri ane sebagai orang asli Bandung juga ngerasa kalau disini emang banyak banget distro ataupun FO yang bertebaran di setiap lokasi strategis. Jadi pilihan ada pada ente gans, tergantung ente nyari pakaian dengan rate yang kaya gimana 
12. Gunung Tangkuban Parahu
Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
13. Jalan Dago
Jalan Dago adalah nama lama jalan Ir. H. Juanda di Bandung. Walaupun saat ini nama jalan tersebut telah diubah secara resmi, penduduk Bandung masih sering merujuk jalan itu dengan nama Dago. Sepanjang jalan ini dapat ditemui berbagai rumah makan, pusat perbelanjaan, butik, toko-toko dan pusat hiburan terkemuka. Selain itu juga terdapat Rumah Sakit Santo Boromaeus dan Institut Teknologi Bandung.
14. Keripik Setan
Keripik atau kripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah-buahan atau sayutan yang digoreng di dalam minyak nabati. Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya dicampur dengan adonan tepung yang diberi bumbu rempah tertentu. Secara umum keripik dibuat melalui tahap penggorengan, tetapi ada pula dengan hanya melalui penjemuran, atau pengeringan. Keripik dapat berasa dominan asin, pedas, manis, asam, gurih, atau paduan dari kesemuanya. Keripik Setan sendiri adalah keripik singkong yang dibumbui dengan bumbu cabai yang sangat pedas. Keripik yang paling terkenal adalah keripik Maicih dari Bandung dan terkenal di seluruh Indonesia. Recommended deh buat agans yang suka kuliner makanan pedas.
15. Gedung Merdeka
Gedung Merdeka di jalan Asia-Afrika, Bandung, Indonesia, adalah bersejarah gedung yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955. Kini gedung ini digunakan sebagai museum yang memamerkan berbagai benda koleksi dan foto Konferensi Asia-Afrika yang merupakan cikal bakal Gerakan Non-Blok pertama yang pernah digelar disini tahun 1955. Halaman depan gedung ini sampai memanjang ke arah jalan Braga sekarang sering digunakan sebagai spot untuk foto-foto baik foto formal ataupun foto foto iseng oleh warga sekitar ataupun pengunjung dari kota lain.
16. Kawah Putih
Kawah Putih adalah danau kawah dan tempat wisata di kawah gunung berapi sekitar 50 km selatan Bandung di Jawa Barat di Indonesia. Kawah Putih (7.10 ° LS 107,24 ° E) adalah salah satu dari dua kawah yang membentuk Gunung Patuha , sebuah andesitik Stratovolcano (sebuah “komposit” gunung api). Gunung Patuha merupakan salah satu banyak gunung berapi di Jawa . Kawah Putih dibuka untuk pengunjung pada tahun 1987. Danau itu sendiri adalah 2.430 meter di atas permukaan laut sehingga iklim lokal sering cukup dingin (suhu sering sekitar 10 derajat celsius).
17. Cepot
Cepot atau Astrajingga adalah salah satu karakter Wayang Golek dalam wayang Sunda. Cepot adalah karakter panakawan wayang golek bersama Petruk dan Dawala, yang dalam bahasa aslinya Mahabarata atau Ramayana. Cepot adalah salah satu anak Semar. Cepot adalah karakter pedesaan dari desa fiksi Tumaritis, di sana ia tinggal bersama Semar ayahnya dan dua saudaranya, Petruk dan Dawala. Cepot lucu dan easy going. Cepot adalah karakter favorit maestro wayang golek Asep Sunandar Sunarya.
18. Stadion Si Jalak Harupat
Si Jalak Harupat adalah suatu stadion olahraga yang berlokasi di desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Nama Si Jalak Harupat diambil dari julukan salah seorang pahlawan nasional dari Bojongsoang, Bandung yaitu Otto Iskandardinata. Kini stadion tersebut menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bandung. Persikab Bandung, yang merupakan wakil Kabupaten Bandung di Liga Indonesia menjadikan stadion tersebut sebagai kandangnya. Begitu pula dengan tim sekota Persikab, Persib yang menjadikan stadion ini sebagai homebase mereka. Stadion ini dibangun mulai Januari 2003 pada saat Kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati Obar Sobarna. Selanjutnya diresmikan pada hari jadi Kabupaten Bandung ke 364, tanggal 26 April 2005 oleh Agum Gumelar yang menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat. INI MAH LETAKNYA DEKET RUMAH ANE GANS:malu
19. Trans Studio Bandung
Trans Studio Bandung adalah taman bermain di dalam ruangan terbesar di dunia yang dikelola oleh Trans Corp. Trans Studio Bandung adalah taman bermain di dalam ruangan kedua yang dibangun untuk menyusul kesuksesan Trans Studio Makassar yang dibangun pada tahun tahun 2009. Wahana yang disajikan diberi nama sesuai dengan program-program yang ada di Trans TV ataupun Trans7. Harga tiket masuk Trans Studio Bandung adalah:
Senin s/d Jumat : Rp. 150.000,- ( Seratus lima puluh ribu rupiah )
Sabtu – Minggu / Hari Libur : Rp. 200.000,- ( Dua ratus ribu rupiah )
Tambahan Rp. 200.000,- ( Dua ratus ribu rupiah ) untuk VIP Pass, jika kita ingin selalu nomor satu di setiap antrian.
Berlaku untuk seluruh wahana dan atraksi sepuasnya atau dapat berkali-kali.
Tiket masuk Trans Studio menggunakan kartu Mega Cash, harga kartu adalah Rp. 10.000,-. Kartu Mega Cash dapat digunakan untuk melakukan transaksi di semua outlet di dalam Trans Studio Theme Park.
20. Dago Plaza
Dago Plaza atau biasa disingkat DAPLA ini terletak di JL. Ir. H. Djuanda No 61 – 63 Bandung. Saat ini Dago Plaza telah berubah konsep menjadi “Entertainment Building” yang katanya menyediakan berbagai tempat untuk hang out anak muda dan eksekutif muda (dengan umur antara 15 s/d 40 tahun ) dan siapapun diluar umur tersebut tetapi masih berjiwa muda. Setiap malam minggu Dapla ini sering dipenuhi oleh anak anak Bandung ataupun dari luar kota yang sekedar ingin nongkrong ataupun berkumpul bersama klubnya masing masing.
21. Bukit Bintang
Bandung terkenal sebagai kota di dalam ‘mangkuk’ karena dikelilingi oleh pegunungan dan bukit. Ketika malam tiba, melihat kota Bandung dari bukit di kejauhan menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan. Sebut saja Dago Pakar, Punclut atau Caringin Tilu (Cartil) yang menjadi tujuan wisatawan saat malam. Tempat-tempat tinggi dimana pengunjung bisa melihat Bandung dari kejauhan tersebut biasa disebut “Bukit Bintang” oleh remaja-remaja yang sudah sering ke sana. Dari namanya, Bukit Bintang, sudah bisa diartikan sebagai tempat tinggi untuk melihat bintang lebih dekat dan lebih jelas. Bintang yang dimaksud bisa berarti ribuan bintang yang ada di langit, atau lampu-lampu kota di malam hari yang seolah menjadi bintang itu sendiri.
22. Cireng
Cireng (singkatan dari aci goreng, bahasa Sunda untuk ‘tepung kanji goreng’) adalah makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji. Makanan ringan ini sangat populer di daerah Priangan, dan dijual dalam berbagai bentuk dan variasi rasa. Makanan ini cukup terkenal pada era 80-an. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng.
Seiring dengan perkembangan zaman, cireng telah terinovasi hingga variasi rasa yang ada mencakup daging ayam, sapi, sosis, baso, hingga keju dan ayam teriyaki. Sekarang Cireng tidak hanya terdapat di Priangan saja, tetapi sudah menyebar ke hampir seluruh penjuru Nusantara. Cireng yang dulu pada umumnya dijual oleh pedagang yang menaiki sepeda dengan peralatan membuat Cireng di bagian belakang sepedanya, bahkan telah tersedia online.
23. Monumen Bandung Lautan Api
Monumen Bandung Lautan Api, merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.
Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
24. Saritem
Saritem adalah sebuah lokalisasi yang terletak di kota Bandung, Jawa Barat. Lokalisasi ini terletak di dekat stasiun kereta. Tepatnya di antara jalan Astana Anyar dan Gardu Jati. Dari dulu berkali-kali diumumkan akan ditutup tapi tak pernah terjadi. Di depan jalan ini didirikan pesantren Dar Al Taubah, yang ironisnya menjadi pintu gerbang kompleks lokalisasi ini.
Saritem berdiri jauh sebelum kemerdekaan RI, dan konon didirikan sehubungan dengan pembuatan jalan kereta api di akhir abad 19.
Dengan adanya Perda Kota Bandung No. 11/1995, efektif mulai November 2006 semua kompleks lokalisasi mulai dihapuskan. Semua kegiatan lokalisasi Saritem diakhiri pada 17 April 2007 pukul 24.00, dan Saritem ditutup pada 18 April 2007 pukul 09.00 WIB.
Nah yang terakhir nih, tentunya merupakan salah satu hal yang menjadi Icon dari kota Bandung yang dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia yaitu :
25. Mojang Priangan
Ada salah satu faktor yang membuat para wisatawan betah bermain dan wisata ke kota Bandung yaitu adanya Mojang Priangan alias Mojang Bandung tea yang terkenal gareulis (cantik-cantik). Siapa mojang Bandung tersebut? bisa dibilang gadis dari kota Bandung asli. Tapi tentunya agans agans juga jangan lupa kalau selain memiliki Mojang Mojang yang cantik, Bandung juga tentunya memiliki Jajaka Jajaka Kasep (Ganteng) yang tentunya ga boleh di kesampingkan.


