Showing posts with label health. Show all posts
Showing posts with label health. Show all posts
Orang mengatakan waktu dapat menyembuhkan semua luka. Itu ternyata ada benarnya. Riset terbaru dari University of California, Berkeley, mengindikasikan bahwa lamanya waktu bermimpi ketika tidur dapat mengatasi penderitaan yang menyakitkan.
Peneliti UC Berkeley menemukan bahwa, selama fase mimpi dalam tidur, atau tidur rapid eye movement (REM), yaitu ketika bola mata bergerak cepat saat tidur, zat kimia stres dipadamkan dan otak memproses pengalaman emosional dan mengikis memori yang menyakitkan.
Temuan ini menawarkan sebuah penjelasan yang menarik soal mengapa orang yang menderita kelainan stres pasca-kejadian traumatis, seperti veteran perang, menemui kesulitan untuk pulih dari pengalaman yang membuatnya tertekan dan berulang kali dihantui mimpi buruk. Penelitian ini juga menawarkan jawaban mengapa kita bermimpi.
"Tahap mimpi tidur, berdasarkan komposisi neurokimianya yang unik, memberikan semacam terapi sepanjang malam, sejenis balsam menenangkan yang membuang semua hal yang tajam dari pengalaman emosional pada hari sebelumnya," kata Matthew Walker, dosen psikologi dan neuroscience di universitas itu yang terlibat dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.
Bagi penderita stres pasca-peristiwa traumatis, terapi malam ini mungkin tidak bekerja secara efektif. "Sehingga ketika kilas balik, misalnya dipicu oleh ban mobil meletus, mereka mengalami kembali seluruh pengalaman mengerikan itu karena emosinya tidak disingkirkan dari memori dengan benar selama tidur," kata Walker.
Hasil studi ini menawarkan berbagai informasi tentang fungsi emosional tidur REM, yang biasanya mencakup 20 persen dari waktu tidur seorang manusia sehat.
Studi otak sebelumnya mengindikasikan bahwa pola tidur sehat itu tidak berjalan sebagaimana mestinya pada orang yang menderita kelainan seperti trauma dan depresi.
Ilustrasi
Gadis kecil asal Inggris ini sekilas tampak normal. Namun, keanehan terjadi saat dia buang air kecil: matanya juga akan mengeluarkan air mata meski tak merasa kesakitan. Melihat kondisinya yang memberi rasa tak nyaman, orang tua balita tiga tahun ini kemudian mencari pertolongan dokter pada 2009. Para dokter tak mengetahui pasti penyebabnya. Mereka menduga, kondisi tersebut akibat otak atau pada saraf wajah. Area di otak yang disebut pons disebut bertanggung jawab terhadap produksi air mata dan mengendalikan aliran urin. Kondisi medis yang dimuat dalam jurnal Pediatrics mengungkap, setiap kali akan buang air kecil, ekspresi balita akan berubah drastis. Rahangnya akan turun dan eskpresi wajahnya kosong, meskipun tetap sadar dan tidak kesakitan, tulis peneliti dari University College London Hospital dan Conquest Hospital di Hastings. Dikutip dari MSNBC, kondisi langka mulai terlihat saat usia balita beberapa minggu. Setelah dipindai USG, ginjalnya dalam kondisi normal, dan tidak ditemukan tanda-tanda mata kering atau masalah medis lainnya.
Dari catatan medis, kasus yang sama hanya terjadi pada 1932. Kasus ini menimpa seorang pria mahasiswa kedokteran yang melaporkan “aliran air mata berlebihan saat buang air kecil dan besar”.
Peneliti dari University of Louisville Kentucky mengatakan masalah ini dapat diperbaiki dengan sejumlah dosis atropin, obat yang menurunkan aktivitas saraf tertentu, dan dapat digunakan untuk melebarkan pupil mata. Dalam pencarian lebih lanjut diketahui, ada sekitar 35 kasus ini. Lebih dari setengahnya dialami wanita, tiga diantaranya memiliki hubungan darah dan memiliki gejala yang sama.
Air mata buaya
Air mata buaya lazim menggambarkan kesedihan yang pura-pura. Namun dalam medis air mata buaya adalah sindroma yang menyebabkan penderitanya akan mengeluarkan air mata saat makan, atau mengalami cedera di wajah yang disebut Bell Palsy. Hingga kini para ahli belum mampu menjelaskan adanya perubahan drastis ekspresi penderita akibat penyakit misterius ini.
Air mata buaya lazim menggambarkan kesedihan yang pura-pura. Namun dalam medis air mata buaya adalah sindroma yang menyebabkan penderitanya akan mengeluarkan air mata saat makan, atau mengalami cedera di wajah yang disebut Bell Palsy. Hingga kini para ahli belum mampu menjelaskan adanya perubahan drastis ekspresi penderita akibat penyakit misterius ini.
Manusia memiliki 2 buah organ ginjal yang berfungsi secara 100 persen. Fungsi tersebut tidak semuanya digunakan, karena ginjal hanya perlu fungsi 25 persen untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Orang yang sakit ginjal baru terasa sakit bila fungsi ginjalnya hanya tinggal 15 persen atau kurang.Manusia memiliki 2 ginjal yang fungsinya 100 persen, jadi plus minus fungsi masing-masing ginjal 50 persen. Sedangkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, orang hanya perlu 25 persen, yang 75 persen jadi cadangan.
Orang yang fungsi ginjalnya tinggal 25 persen pun sebenarnya tidak akan merasa sakit apa-apa. Biasanya orang baru merasa sakit ginjal bila fungsinya tinggal 15 persen atau kurang. Ini artinya, kalau orang jadi pendonor ginjal, maka fungsi ginjal yang ia sumbangkan hanya 50 persen. Ia masih bisa beraktivitas seperti biasa karena ginjal cuma butuh fungsi 25 persen.
Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal:
-Diabetes melitus
-Hipertensi
-Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik)
-Penyakit autoimun
-Penyumbatan saluran kemih
-Kanker
-Rusaknya sel penyaring pada ginjal.
Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia.
Sumber : detikhealth.com
Semua bayi selalu menggemaskan karena wajahnya yang lucu, mudah tertawa dan sangat suka jika digoda atau diajak bercanda. Tapi apa jadinya kalau bayi selalu berwajah serius, tegang dan kaku seperti yang dialami seorang bayi yang tak pernah bisa tersenyum karena penyakit langka.
Bayi berusia 2 tahun asal Skotlandia bernama Kianna Martin memiliki penyakit sangat langka yang membuatnya tidak mampu tersenyum. Para dokter tidak mampu mendiagnosa apa penyakitnya. Tak hanya itu, balita ini juga tidak mampu menelan.
Ketika dilahirkan, dokter mengatakan kepada sang ibu, Ciya Rutherford, bahwa balita yang bernama Kianna Martin ini kemungkinan hanya memiliki usia seminggu untuk bertahan hidup. Tapi dua tahun berjalan, Kianna terus mengejutkan petugas kesehatan dengan kemajuan kondisi kesehatannya.
"Kianna lahir empat minggu lebih awal dan ketika lahir dia tidak bisa bernapas dengan benar dan tidak bergerak sama sekali. Dia benar-benar kaku selama enam bulan. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa dia akan lumpuh selamanya," kenang Ciya yang berusia 20 tahun ini seperti dilansir Daily Record, Selasa (21/2/2012).
Ciya menuturkan, ketika itu Kianna tidak bisa menggerakkan matanya dan dia tidak bisa menutup mulutnya. Tapi yang paling sulit ia terima adalah bayinya itu tidak bisa tersenyum. Saraf di kedua sisi mulutnya telah rusak. Meskipun demikian, kondisi Kianna terus membaik.
"Saya masih merasa sedih ketika ada orang asing datang datang kepada kami dan bertanya mengapa Kianna tidak tersenyum lebar, itulah yang paling menyedihkan. Pada usia enam setengah bulan, dia mulai dapat membuka tangannya. Sekarang, dia sudah mampu merangkak dengan gaya seperti merangkaknya prajurit," kata Ciya.
Sampai saat ini, Kianna masih menjalani tes, tetapi dokter tidak tahu persis apa penyakitnya. Dokter pernah menduga penyakitnya adalah sindrom Moebius karena gejala tidak mampu untuk tersenyum merupakan gejala utama penyakit itu.
Tapi karena bisa menggerakkan mata dan tidak memiliki banyak gejala lain dari sindrom itu, dugaan tersebut dimentahkan. Hal ini membuat Ciya haris rajin bolak balik ke Rumah Sakit Sakit Anak di Edinburgh, Inggris.
Karena tidak bisa menelan, Kianna harus diberi makan melalui tabung ke dalam perutnya selama empat jam sebanyak dua kali sehari. Ciya yang berasal dari Kirkcaldy, Skotlandia, ini sedang mencoba mengumpulkan uang untuk membawa Kianna ke pengobatan khusus di Somerset, Inggris, yang memiliki kolam sensorik dan ruang di mana staf dapat melakukan fisioterapi untuk membantu meningkatkan mobilitas bayi.
"Dia tidak bisa tersenyum tapi menunjukkan semacam kedutan seolah-olah sedang berusaha untuk tersenyum. Tapi saya tahu kapankah dia merasa senang karena saya bisa tahu dari mata dan suara-suara yang dibuatnya. Dia adalah keajaiban saya," kata Ciya.
Kebanyakan orang berpikir olahraga lari hanya mengandalkan kaki dan bantuan dari lengan, itu salah. Karena sistem pernapasan memainkan peran penting dalam efektivitas pelari. Jika ia mampu membawa lebih banyak oksigen maka ia akan lebih kuat dibanding temannya.
Ketika berlari maka secara alami seseorang akan kehabisan napas, karena otot-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara.
Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seseorang lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan oksigen ke otot sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh serta lebih nyaman.
Mengoptimalkan ritme napas adalah hal yang sederhana, ikuti langkah-langkah berikut untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari, seperti dikutip dari Lifemojo, yaitu:
1. Bernapas dari mulut
Menggunakan mulut untuk napas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibanding dari hidung. Jika mencoba bernapas dari hidung sambil berlari membuat otot-otot wajah mengencang dan rahang cenderung mengepal atau mengeras.
Sedangkan napas melalui mulut akan mendorong otot-otot wajah untuk rileks sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai. Jika mulai merasa kehabisan napas maka perlambat sedikit larinya.
2. Gunakan pernapasan perut lebih sering
Cobalah bernapas dari perut atau diafragma dan bukan dada. Cara melatihnya berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas. Jika seseorang bernapas dengan benar maka seharusnya perut naik dna turun setiap kali napas, sementara dada kurang bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.
3. Mengambil napas pendek dan dangkal
Menariknapas terlalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu belari jauh atau lama, untuk itu bernapaslah pendek secara dangkal sehingga leih mudah mengatur napas.
4. Napas yang dilakukan berirama
Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Misalnya ada orang yang setiap 2 langkah lari baru mengambil napas, tapi ada juga yang 3 langkah setiap napasnya. Pola ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.
5. Dengarkan napas Anda
Gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.
Bernapas dengan benar akan sangat penting untuk menurunkan stres dan meningkatkan stamina fisik yang tepat. Belajar untuk fokus pada pernapasan saat berlari memang tidak mudah, tapi hal ini bisa dilatih ketika sedang berjalan hingga nantinya tubuh menjadi terbiasa.
Ketika berlari maka secara alami seseorang akan kehabisan napas, karena otot-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara.
Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seseorang lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan oksigen ke otot sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh serta lebih nyaman.
Mengoptimalkan ritme napas adalah hal yang sederhana, ikuti langkah-langkah berikut untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari, seperti dikutip dari Lifemojo, yaitu:
1. Bernapas dari mulut
Menggunakan mulut untuk napas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibanding dari hidung. Jika mencoba bernapas dari hidung sambil berlari membuat otot-otot wajah mengencang dan rahang cenderung mengepal atau mengeras.
Sedangkan napas melalui mulut akan mendorong otot-otot wajah untuk rileks sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai. Jika mulai merasa kehabisan napas maka perlambat sedikit larinya.
2. Gunakan pernapasan perut lebih sering
Cobalah bernapas dari perut atau diafragma dan bukan dada. Cara melatihnya berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas. Jika seseorang bernapas dengan benar maka seharusnya perut naik dna turun setiap kali napas, sementara dada kurang bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.
3. Mengambil napas pendek dan dangkal
Menariknapas terlalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu belari jauh atau lama, untuk itu bernapaslah pendek secara dangkal sehingga leih mudah mengatur napas.
4. Napas yang dilakukan berirama
Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Misalnya ada orang yang setiap 2 langkah lari baru mengambil napas, tapi ada juga yang 3 langkah setiap napasnya. Pola ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.
5. Dengarkan napas Anda
Gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.
Bernapas dengan benar akan sangat penting untuk menurunkan stres dan meningkatkan stamina fisik yang tepat. Belajar untuk fokus pada pernapasan saat berlari memang tidak mudah, tapi hal ini bisa dilatih ketika sedang berjalan hingga nantinya tubuh menjadi terbiasa.
