Musim Kemarau, Hujan Tetap Turun

Posted by Anonymous On Sunday, February 5, 2012 0 comments
MEDAN- Musim kemarau yang terjadi di bulan Februari hingga pertengahan Maret, tidak menutup kemungkinan turunnya hujan. Namun, hujan yang turun di bulan kemarau disebabkan karena penguapan yang terlalu tinggi.

“Walau pun sekarang musim kemarau, hujan tetap turun. Namun, hujan yang turun itu durasinya sedang dan lebat,” kata Kepala Seksi (Kasie) Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Polonia Medan, Hartanto

Lebih lanjut, Hartanto menambahkan, musim kemarau yang terjadi di Sumut berbeda dengan daerah yang diluar Sumut. “Kalau musim kemarau yang terjadi di Sumut berbeda dengan musim kemarau di Jawa. Kalau di Sumut musim kemarau hujan masih turun. Kalau di Pulau Jawa, musim kemarau sama sekali hujan tak turun sehingga kekeringan berkepanjangan pun terjadi,” sebutnya.

Hartanto mengaku, untuk curah hujan yang turun di musim kemarau ini mulai dari sedang sampai besar. “Tapi hujan yang turun ini tak seperti curah hujan pada saat musim penghujan. Hujan turun di musim kemarau karena penguapan yang terlalu tinggi disebabkan panasnya tadi,” bebernya.

Ditambahkan Hartanto, sesudah hujan turun, panas pun akan kembali dan suhu pun kembali menjadi 33 derajat Celsius. Hartanto menuturkan, hujan seperti ini tidak sering tapi bisa tergolong lama. “Biasanya dalam satu hari itu hanya sekali turun hujannya. Kalau turunnya tak bisa dipastikan, bisa saja pagi, siang, sore atau pun malam hari dan itu sekali turun hujannya langsung ditumpahkan semua,” bebernya.

Menurutnya, hujan yang seperti ini yang perlu diwaspadai karena air yang diturunkan itu dengan jumlah besar. “Hujan seperti ini dalam sehari bisa sekali itu tergantung dari cuaca dan awan yang berkumpul menjadi awan hitam. Jika pengaruh cuaca dan angin tak bagus maka hujan pun turun,” ujarnya.

Diterangkan Hartanto, untuk warga yang berada didaerah pegunungan perlu mewaspadai hal yang seperti ini, begitu juga warga yang tinggal didaerah hulu sungai. “Untuk warga yang berada di pegunungan harus lebih waspada lagi sebab hujan dari atas walau pun hanya sekali tapi bisa dalam jumlah besar. Begitu juga warga yang berada di hulu sungai karena bisa terkena imbasnya jika air yang ditumpahkan dalam kategori banyak,” jelasnya.

Disinggung mengenai suhu, Hartanto mengatakan, suhu berkisar 33 derahat Celsius dan saat hujan turun di musim kemarau ini suhunya 20 milimeter dengan kategori lebat. Mengenai air bah di daerah pegunungan seperti yang terjadi di Sibolangit, Hartanto menegaskan, kasus seperti itu bisa terjadi karena hujan yang turun dengan curah besar disebabkan penguapan yang terlalu tinggi dan awan hitam tersebut langsung menjadi hujan disertai dengan petir. “Itu bukan banjir bandang atau air bah, tapi curah hujannya memang besar karena penguapan yang tinggi,” pungkasnya kembali. (*)

0 comments:

Post a Comment