Rahasia Menangkal Demam dan Flu

Posted by Anonymous On Saturday, February 4, 2012 0 comments
MENCUCI tangan, makan sehat dan olahraga teratur merupakan cara jitu untuk terhindar dari demam dan flu. Meski begitu, kondisi tubuh pun tidak selamanya bagus. Sehingga membuat sebagian besar orang merasa butuh mengonsumsi berbagai suplemen agar tubuhnya tidak mudah terserang penyakit.

Agar itu terhindari, solusi pencegahan demam dan flu secara alami dengan vitamin atau herbal tertentu dapat membantu memperpendek gejala atau mencegah infeksi.

Seperti dikutip dari Prevention, Jumat (3/2), berbagai suplemen yang bisa dikonsumsi untuk menangkal ancaman demam dan flu di musim penghujan.

Pertama: Pil omega 3. Jika tidak menyukai makan banyak ikan, suplemen omega 3 harian dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, omega 3 dapat meningkatkan aktivitas fagosit sel yang melawan flu dengan memakan bakteri. Penelitian lain menunjukkan bahwa, omega 3 dapat meningkatkan aliran udara dan melindungi paru-paru dari flu dan infeksi pernapasan.

Kedua: Astragalus. Adalah akar dari Cina yang bermanfaat untuk merangsang sel darah putih yang memerangi infeksi. Sebuah hasil studi yang diterbitkan pada tahun 2007 menemukan bahwa, astragalus dapat meningkatkan kekebalan tubuh pada tikus. Dan herbal ini dapat memiliki manfaat yang sama pada manusia. Namun, perlu diingat bahwa astragalus dapat memerlukan 6-8 minggu untuk mencapai efek penuh.

Ketiga: Echinacea. Jika Echinacea dikonsumsi pada awal demam, ramuan ini dapat mempersingkat durasi dan keparahan gejala. Tetapi beberapa merek tidak mengandung jumlah echinacea yang tercantum pada label dan beberapa formula tidak memiliki sama sekali. Kemungkinan efek samping termasuk mengi atau sesak napas, ruam, dan diare.

Keempat: Vitamin D.
Sebuah studi di Harvard menunjukkan bahwa, vitamin D memiliki daya efektif dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu mencegah pilek. Orang dengan kadar vitamin D terendah 36 persen lebih mungkin memiliki infeksi saluran pernapasan atas. Sebagian besar pasien asma dengan kadar rendah dari vitamin D hampir 6 kali lebih mungkin untuk mengalami gejala asma. Jumlah vitamin D yang memadai dapat menghasilkan cathelicidin, sejenis protein yang membasmi virus.

Kelima: Zink. Sejumlah 30 mg zink yang dikonsumsi pada awal pilek akan mempersingkat berlangsungnya gejala sekitar setengah hari. Tetapi jangan berlebihan, karena hanya sedikit zink, yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah putih. Lebih dari 50 mg zink per hari dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan menyerap mineral penting lainnya.

Keenam: Vitamin C. Tentu saja tidak ada kerugian untuk makan banyak makanan kaya vitamin C, seperti cabai merah dan buah jeruk. Tetapi mengonsumsi vitamin saja untuk perlindungan ekstra tidak akan membantu. Sebuah tinjauan dari 30 studi pada tahun 2007 tidak menemukan bukti bahwa suplemen vitamin C mencegah pilek pada populasi normal. Sebab, vitamin C dosis tinggi juga dapat menyebabkan batu ginjal, sakit perut, dan pendarahan internal bahkan pada anak-anak.

0 comments:

Post a Comment