2013 Tak Ada Lagi Kelas Rusak

Posted by Anonymous On Saturday, February 4, 2012 0 comments
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Gatot Pudjo Nugoroho bertekat meningkatkan kualitas pendidikan  Sumut. Pada 2015, Sumut membuka kelas ASEAN yang bertaraf internasional.

Kepala Dinas Sumatera Utara, Syaiful Syafri mengatakan untuk mewujudkan ambisi ini, Gatot telah menginstruksikan pihaknya untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan. Mulai dari guru, prasarana, teknologi, metode pengajaran, dan siswa.

“Guru-guru akan kita latih melalui program pendidikan siswa aktif. Ini kita tiru dari USAID. Guru datang dengan senyum, mengajar dengan senyum, pulangpun dengan senyum. Jadi siswanya pun datang dengan senang, menerima pelajaran dengan senang, dan pulang dengan senang. Artinya hak untuk kesejahteraan guru juga kita berikan,” ujar Syaiful, Kamis (2/2).
 
Ia mengatakan untuk prasarana seperti kelas, Pemprov Sumut akan memperbaiki seluruh kelas sekolah dasar dan menengah yang mengalami kerusakan.

“Kita baru bisa memperbaiki yang tidak standar. Mulai 2012 hingga 2013 dengan menggunakan DAK dari APBN,” kata mantan wartawan ini.

Jumlah kerusakan ruangan kelas untuk tingkat menengah sebanyak 1.060 ruangan dan 201 untuk MTs. Sedangkan tingkat SD sebanyak 6.563 yang rusak. “Harus tuntas pada 2013. Sasarannya perbaikan sarana,” jelasnya.

Sedangkan untuk perbaikan teknologi, Syaiful mengatakan akan menjalin kerja sama dengan perusahaan. Misalnya untuk pengadaan server, pihaknya akan bekerjasama dengan PTPN III.
Untuk metode pengajaran akan menggunakan pendidikan karakter. “Pendidikan karakter itu sudah kita lakukan dari dulu. Itu akan terus kita pertahankan,” jelasnya.

Meski jalan menuju pendidikan bertaraf international masih panjang dan berliku. Namun ia yakin pasti akan berhasil.
 
Mengenai Ujian Nasional yang akan berlangsung April, Kadis Pendidikan Sumut ini mengaku sudah membentuk panitia. UN SMA berlangsung 23 hingga 25 April, UN SMP 26 hingga 28 April, dan UN SD akan berlangsung Mei.

“Panitia sudah dibentuk. Tugas panitia dalam waktu dekat ini akan melakukan pertemuan dengan seluruh kepala dinas kabupaten/kota. Tujuannya untuk melakukan pendataan peserta UN. Namun Syaiful terkesan bingung saat ditanya antisipasi kecurangan UN. Ia mengakui sistem UN sudah dirancang seketat mungkin agar tidak terjadi kecurangan," terangnya

“Pada prinsipnya, semua yang dilakukan yang jujur. Tetapi ada oknum-oknum sekolah karena ingin semua siswanya lulus melakukan itu. Tapi kita susah mencari buktinya,” jelasnya.

Ia bahkan tidak tahu di mana pintu kecurangan itu bisa terjadi. “Kita sudah sangat ketat melaksanakan UN ini, mulai dari pembuatan soal, distribusi, pengawasan, dan pemeriksaan,” ujarnya.

Untuk pembuatan soal dilakukan di Jakarta dengan lima kode soal yang berbeda untuk setiap tingkatan. Sehingga soal yang diterima satu siswa akan berbeda dengan siswa di sebelahnya. Artinya, kecurangan seperti mencontek tidak mungkin terjadi.

Soal UN untuk wilayah Medan, Binjai, Langkat, dan sekitar Medan didistribusikan pagi hari saat ujian akan berlangsung. Untuk daerah yang jauh dari Medan, soal UN akan tiba sehari sebelum hari ujian. Bahkan menggunakan kawalan polisi.

Pada saat pelaksanaan ujian, pengawas adalah guru dari sekolah lain. Jadi peluang siswa atau sekolah yang bersangkutan untuk curang atau memberi jawaban akan sulit.
“Semua peluang itu sudah kita tutup, makanya saya heran masih bisa terjadi kecurangan juga. Tapi akan kita perketat lagilah tahun ini,” katanya.(*)

0 comments:

Post a Comment